Hingga badai tak lagi menjadi sebuah ketakutan,,,
Hei tolong antarkan 2 gelas kopi di meja ini.
Saatnya aku memulai hal yang dulu sempat tertunda, dari sebuah kesibukan bertele- tele akan hal yang sebenarnya hanya sepele untuk diselesaikan.
ditengah pikuk kakek –kakek di panti jompo menunggu sebuah cerita pungkas dari hidupnya seakan hari ini menjadi semangat para pemuda yang memperjuangkan ketampanan mereka dihadap bidadari kembar.
Ting tong..
Bel bunyi. Semua hening sejenak berfikir apa yang barusan terdengar.
Huhuhu dasar manusia ber IQ dangkal, berfikir yang seharusnya tidak perlu
Untuk dipikirkan, ups saya merasa ada yang mengganjal dibawah pantat saya
Oh ya sebuah hape keluaran jaman perang yang selalu menemani kemanapun saya ingin bercerita. Dari samping tempatku bersandar terdengar percakapan
Telepon ” siapa yang hamil? kamu hamil?... kok bisa?..
Ha? Kaget. tapi nggak sekaget kakek yang ada disampingku.
Kejutan pagi ini memang luar biasa, dunia memang penuh kejutan ( sebenarnya sih, kadang-kadang aja ada kejutan )
Banyak orang disana –sini menenteng laptop berlogo buah apel di sekeliling sisi –sisi mall. Yah-yah jaman memang sudah berubah kek, cucu mu udah kenal mr.computer Sejak sekolah dasar. udah nggak seperti dulu, jaman memakan peradaban si tua yang ada di sisiku.
Nak, kakek seperti ada dipluto, ( emang pernah kesana kek? )
Belum sama sekali” kata kakek sambil nyengir. ”Kakek merasa seperti alien yang terasing untuk melanjutkan sisa umur yang tinggal 1, 2, 3 ato 200 tahun lagi”.
Kenapa gak digugurin!” ( terdengar lagi, lirih dari pembicaraan pria muda disamping saya )
Mudah tinggal bayar berapa juta, selesai dah perkara”.
Perkara-perkara! Apa tidak salah ngomong ni orang ?
Dalam hatiku geram, saling berpandang dengan kakek disisiku..
Dalam hitungan ketiga secara nggak disengaja kita barengan ngomong SHIT!
Gak ada 3 detik pemuda itu memalingkan mukanya ke arahku, wajahnya
sangat familiar Tapi siapa dia? Waktu terbuang sia-sia untuk berfikir. Ingatan sudah benar- benar kacau..
Saat ku toleh kakek, yah!! Aku tahu siapa pemuda itu...
Dia adalah reinkarnasi dari sang kakek,.
Aku lupa kalo sedang menikmati kopi sore dengan kakek tua diatas awan ditaman eiden.
-*Kakek tua tersenyum,
” sebenarnya itu semua hanya kepuasan duniawi, saya lebih bahagia di sini minum kopi bersamamu diatas awan eiden”.._____
____________________________________________by : menir sky 12









eeeedex
--
lets God lead designers hand..
--
love fuckink design
--
love fuckink design
--
love fuckink design
--
love fuckink design
Previous Page12345...Next Page